CERITA NIAS DI MASA PENJAJAHAN
allfazega.com - Kita bersyukur lahir bukan di zamannya penjajahan. Pada ratusan tahun yang lalu Negara kita Indonesia terkenal dengan kekayaan alam, sehingga pada tahun 1956 negara kita di jajah oleh negara asing, Belanda 350 tahun. Seluruh harta milik Bangsa Indonesia dikuasai oleh bangsa Belanda di bawah bendera VOCnya. Peristiwa ini tidak berdiri sendiri dalam lembaran sejarah perjuangan Indonesia. Sementara anak-anak bangsa berjuang di Surabaya, di sudut-sudut lain nusantara. Ada juga yang mati-matian melawan kekejaman penjajah. Salah satunya adalah Kepulauan Nias.
Nias pada waktu itu terkenal dengan hasil ternaknya yang begitu melimpah seperti babi dan ayam. Kekayaan daerah ini menjadi magnet kuat yang mampu menarik para saudagar melakukan jual beli dengan warga lokal. Terlebih posisi geografis Nias yang berada dekat dengan satu jalur perdagangan yang populer disebut sebagai jalur sutra, sehingga membuat Nias menjadi daerah tujuan orang asing.
Setelah itu ceritanya saya kurang tau.... oke!!!!
Nias pada waktu itu terkenal dengan hasil ternaknya yang begitu melimpah seperti babi dan ayam. Kekayaan daerah ini menjadi magnet kuat yang mampu menarik para saudagar melakukan jual beli dengan warga lokal. Terlebih posisi geografis Nias yang berada dekat dengan satu jalur perdagangan yang populer disebut sebagai jalur sutra, sehingga membuat Nias menjadi daerah tujuan orang asing.
Rencana Belanda untuk memaksakan monopoli dagangnya ke Pulau Nias
pernah dua kali dilakukan yaitu di tahun 1693 dan 1756 namun selalu
menemui kegagalan. Barulah pada tahun 1840 dengan adanya Traktat London,
Belanda mengambil alih pos Inggris di Gunungsitoli dan secara sepihak mengklaim
Nias sebagai daerah kekuasannya.
Walaupun
demikian daerah yang mereka kuasai sangat terbatas hanya seluas Gunungsitoli.
Selebihnya wilayah lain di Nias khususnya Nias Selatan tidak mampu mereka
taklukan. Belanda butuh waktu puluhan tahun dan harus membayar harga yang
sangat mahal untuk bisa menaklukan Nias Selatan. Berulang kali mereka mengirim
pasukan dalam jumlah besar untuk menundukan wilayah tersebut namun kegigihan
perlawanan masyarakat di sana membuat Belanda harus menanggung rasa malu atas
kekalahan mereka yang beruntun.
Setelah itu ceritanya saya kurang tau.... oke!!!!

Post a Comment